<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360747011142703804</id><updated>2011-07-07T15:42:05.798-07:00</updated><title type='text'>PENATAAN RUANG DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH MENURUT TEORI LOKASI</title><subtitle type='html'>Penataan  Ruang

 Penataan ruang merupakan instrumen untuk mengkaji keterkaitan antar fenomena tersebut serta untuk merumuskan tujuan dan  strategi pengembangan wilayah terpadu sebagai landasan  pengembangan kebijakan pembangunan sektoral  dan daerah, termasuk sebagai landasan  pengembangan sistem kota-kota yang efisien sesuai dengan fungsi-fungsi yang telah ditetapkan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://holydie-bruper.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360747011142703804/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://holydie-bruper.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arsitektur</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_5zSkXniO0NI/SdDZmnhGy8I/AAAAAAAAAAc/jss4rNbHJRk/S220/3.1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360747011142703804.post-299027123211922500</id><published>2010-02-03T07:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T07:43:25.380-08:00</updated><title type='text'>Teori Pengembangan Wilayah ( Teori Konsentrik)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5zSkXniO0NI/S2mXN_gJy0I/AAAAAAAAAB0/NPK_bJ3Qgx8/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5zSkXniO0NI/S2mXN_gJy0I/AAAAAAAAAB0/NPK_bJ3Qgx8/s320/Untitled-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434040692039600962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teori konsentrik yang diciptakan oleh E.W. Burgess ini didasarkan pada pengamatanya di Chicago pada tahun 1925, E.W. Burgess menyatakan bahwa perkembangan suatu kota akan mengikuti pola lingkaran konsentrik, dimana suatu kota akan terdiri dari zona-zona yang konsentris dan masing-masing zona ini sekaligus mencerminkan tipe penggunaan lahan yang berbeda.&lt;br /&gt;Keterangan gambar diatas :&lt;br /&gt;1) Daerah pusat bisnis atau The Central Bussiness District (CBD)&lt;br /&gt;2) Daerah Transisi atau The Zone of Transition&lt;br /&gt;3) Daerah pemukiman para pekerja atau The Zone of Workkingmen’s homes&lt;br /&gt;4) Daerah tempat tinggal golongan kelas menengah atau The Zone of Middle Class  Develiers   &lt;br /&gt;5) Daerah para penglaju atau The Commuters Zone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona 1: Daerah Pusat Bisnis&lt;br /&gt;    Zona ini terdiri dari 2 bagian, yaitu: (1) Bagian paling inti disebut RBD (Retail Business District). Merupakan daerahpaling dekat dengan pusat kota. Di daerah ini terdapat toko, hotel, restoran, gedung, bioskop dan sebagainya. Bagian di luarnya disebut sebagai WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan yang diperuntukkan kegiatan ekonomi dalam jumlah yang lebih besar antara lain seperti pasar, pergudangan dan gedung penyimpan barang supaya tahan lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona 2 : Daerah Transisi&lt;br /&gt;    Adalah daerah yang mengitari pusat bisnis dan merupakan daerah yang mengalami penurunan kualitas lingkungan pemukiman yang terus menerus. Daerah ini banyak dihuni oleh lapisan bawah atau mereka yang berpenghasilan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona 3 : Daerah pemukiman para pekerja&lt;br /&gt;    Zona ini banyak ditempati oleh perumahan pekerja-pekerja pabrik, industri. Kondisi pemukimanya sedikit lebih baik dibandingkan dengan daerh transisi. Para pekerja di sini berpenghasilan lumayan saja sehingga memungkinkan untuk hidup sedikit lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona 4 : Daerah pemukiman yang lebih baik&lt;br /&gt;    Daerah ini dihuni oleh kelas menengah yang terdiri dari orang-orang yang profesional, pemilik usaha/bisnis kecil-kecilan, manajer, para pegawai dan lain sebagainya. Fasilitas pemukiman terencana dengan baik sehingga kenyamanan tempat tinggal dapat dirasakan pada zona ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona 5 : Daerah para penglaju&lt;br /&gt;    Merupakan daerah terluar dari suatu kota, di daerah ini bermunculan perkembangan permukiman baru yang berkualitas tinggi. Daerah ini pada siang hari boleh dikatakan kosong, karena orang-orangnya kebanyakan bekerja.&lt;br /&gt;Ciri khas utama teori ini adalah adanya kecenderungan, dalam perkembangan tiap daerah dalam cenderung memperluas dan masuk daerah berikutnya (sebelah luarnya). Prosesnya mengikuti sebuah urutan-urutan yang dikenal sebagai rangkaian invasi (invasion succesion). Cepatnya proses ini tergantung pada laju pertumbuhan ekonomi kota dan perkembangan penduduk. Sedangkan di pihak lain, jika jumlah penduduk sebuah kota besar cenderung menurun, maka daerah disebelah luar cenderung tetap sama sedangkan daerah transisi menyusut kedalam daerah pusat bisnis. Penyusutan daerah pusat bisnis ini akan menciptakan daerah kumuh komersial dan perkampungan. Sedangkan interprestasi ekonomi dari teori konsentrik menekankan bahwa semakin dekat dengan pusat kota semakin mahal harga tanah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360747011142703804-299027123211922500?l=holydie-bruper.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://holydie-bruper.blogspot.com/feeds/299027123211922500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://holydie-bruper.blogspot.com/2010/02/teori-pengembangan-wilayah-teori.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360747011142703804/posts/default/299027123211922500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360747011142703804/posts/default/299027123211922500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://holydie-bruper.blogspot.com/2010/02/teori-pengembangan-wilayah-teori.html' title='Teori Pengembangan Wilayah ( Teori Konsentrik)'/><author><name>arsitektur</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_5zSkXniO0NI/SdDZmnhGy8I/AAAAAAAAAAc/jss4rNbHJRk/S220/3.1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5zSkXniO0NI/S2mXN_gJy0I/AAAAAAAAAB0/NPK_bJ3Qgx8/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
